Kedua profesi ini sangat terbuka lebar untuk diisi oleh lulusan teknologi pangan. Food marketer harus mengetahui keunggulan dari produk pangannya baik dari aspek kandungan gizi, manfaat kesehatan, maupun penggunaan nya. Seorang marketing produk makanan juga bertanggung jawab terkait dengan kegiatan-kegiatan marketing yang berhubungan dengan produk makanan nya seperti melakukan food campaign, iklan dan promosi serta melakukan aktivitas-aktivitas untuk menarik target konsumen yang sesuai. Food marketer harus memahami interkolerasi antara market, konsumen dan kebutuhan nya untuk bisa memaksimalkan produk nya dengan baik.  

Sementara itu,  seorang business developer memiliki tujuan untuk mengembangkan produk-produk perusahaan dan mengkordinasikan rencana bisnis dengan tujuan pengembangan pangsa pasar yang lebih luas atau bahkan untuk menciptakan pangsa pasar yang baru. Peran food business developer sangat krusial karena akan bekerja dalam perencanaan yang kompleks dalam jangka waktu yang panjang dan melibatkan berbagai pihak di dalam suatu perusahaan.