Kembangkan minuman fungsional berbasis teh kendur, mahasiswa Teknologi Pangan BINUS juarai kompetisi

SEAFAST-Nestlé Food Product Development Competition (FPDC) 2021 merupakan perlombaan nasional tahunan yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Immune Boosting Plant-Based Functional Food Leading to Beneficial Health Effects”. Dalam kesempatan ini, Food Technology BINUS University juga mengirimkan beberapa perwakilan untuk mengukir prestasi dalam ajang perlombaan nasional tersebut. Usaha tersebut membuahkan hasil karena Emily Lie, Josephine Gabrielle Halim, dan Valencia Devina berhasil meraih Juara 1 dengan mengembangkan produk bernama GOJUWI. Kelompok tersebut sukses melewati serangkaian seleksi yang panjang mulai dari seleksi abstrak, seleksi full paper, hingga presentasi dan pemaparan poster produk di tahap final dengan bimbingan Ibu Dwiyantari Widyaningrum, S.Si., M.Si., serta berhasil menarik perhatian penonton dan juri melalui pemaparan produk dengan cara yang unik.

GOJUWI merupakan minuman berbahan dasar teh kundur (Benincasa hispida) dengan penambahan sirup jujube (Ziziphus jujuba) sebagai pemanis alami dan popping pearls dari goji beri (Lycium barbarum) sebagai topping. Ketiga bahan baku ini merupakan tumbuhan yang kaya akan senyawa bioaktif dengan kemampuan anti-inflamasi, antioksidan, dan imunoregulasi sehingga mempunyai potensi yang tinggi untuk dijadikan produk yang dapat membantu kesehatan tubuh manusia. GOJUWI dikemas dalam gelas PET berukuran 400 mL dan dijual di pasaran seharga Rp 28.000,00. Kemasan produk ini memisahkan teh kundur dengan topping-nya, sehingga menjadi daya tarik tersendiri dan diharapkan dapat meningkatkan stabilitas masing-masing komponennya.

Latar belakang pengembangan produk GOJUWI bermula dengan adanya pandemi yang meningkatkan kebutuhan dan permintaan masyarakat akan produk pangan fungsional. Indonesia merupakan salah satu negara dengan komoditas kundur yang tinggi, namun penggunaan buah kundur belum digunakan secara maksimal oleh masyarakatnya karena kurangnya pengetahuan mengenai manfaat dan potensi kundur. Sementara, minuman boba adalah salah satu jenis minuman yang sedang dalam tren pada industri Food and Beverage di Indonesia. Oleh karena itu, GOJUWI dikembangkan sebagai minuman yang serupa dengan boba, tetapi menggunakan bahan baku yang baru bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

Proses produksi GOJUWI diawali dengan pembuatan sirup jujube. Tahap awal dari pembuatan sirup dimulai dengan pencucian dan penyortiran, pemisahan biji dengan daging buah, perebusan, filtrasi, dan pemanasan. Selanjutnya, tahap pembuatan teh kundur meliputi proses yang serupa dengan pembuatan sirup jujube. Langkah pertama dimulai dari pencucian dan pemotongan kundur, perendaman buah kundur dengan gula aren, pendidihan, proses filtrasi dan diencerkan untuk dijadikan teh kundur. Tahap selanjutnya adalah pembuatan popping pearls goji beri yang dilakukan dengan teknik reverse spherification dengan menggunakan sodium alginat dan kalsium laktat. Terakhir, ketiga bahan tersebut dicampur menjadi satu untuk membentuk produk GOJUWI.

Kiranya prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Food Technology untuk terus berkreasi dan berinovasi. Tetap semangat dalam berkarya!