Bakteri Probiotik untuk Promosi Kesehatan Manusia

Indonesia kaya akan keragaman makanan tradisional dan keragaman hayati, dari berbagai daerah yang potensial terhadap manafaat kesehatan. Dadih adalah susu fermentasi tradisional dari susu kerbau asal Sumatra Barat yang melibatkan fermentasi spontan dan bakteri asam laktat indigenus yang terlibat dalam fermentasi, dengan hasil produk menyerupai yogurt, dan dipercaya oleh penduduk setempat dan sekitarnya memberikan manfaat kesehatan.
Probiotik didefinisikan sebagai “mikroorganisme hidup yang apabila dikonsumsi dalam jumlah yang memadai memberikan manfaat kesehatan pada inangnya”. Kriteria pemilihan probiotik adalah toleransi terhadap kondisi gastrointestinal, seperti tahan terhadap asam lambung dan garam empedu, kemampuan untuk beradesi pada mukosa gastrointestinal dan kompetitif eksklusi patogen telah terbukti. Adesi pada mukosa usus akan memungkinkan kolonisasi, meskipun sifatnya sementara, hanya transit dan tidak permanen pada saluran usus manusia dan berhubungan dengan kemampuan untuk memodulasi sistem kekebalan tubuh. Efektifitas fungsi probiotik bersifat spesifik terhadap strain dan dosisnya. Probiotik yang memenuhi kriteria tersebut secara umum merupakan bakteri asam laktat yang berstatus GRAS (Generally Recognized As Safe), yaitu aman apabila dikonsumsi, terutama Lactobacillus dan Bifidobacterium spesies, namun beberapa strain Lactococcus, Streptococcus, dan Enterococcus spesies, serta beberapa strain non patogen Escherichia sp juga berpotensi sebagai probiotik.
Bakteri Enterococcus faecium IS 27526 dan juga Lactobacillus plantarum IS-10506 merupakan isolat unggul bakteri asam laktat asal dadih yang telah terbukti berpotensi sebagai bakteri probiotik, dan terbukti secara in vitro bersifat probiotik seperti tahan asam, garam empedu, kemampuan beradesi pada sel epitel usus, mampu berkompetisi dan menghambat bakteri pathogen tertentu, terutama E. coli.

Probiotik dan promosi kesehatan pada anak balita
Mikrobiota di dalam usus manusia secara alamiah dihuni oleh sekitar 100-400 jenis bakteri yang secara sederhana dikelompokkan dalam ‘bakteri baik’ yang bermanfaat bagi kesehatan dan ‘bakteri jahat’ yang menyebabkan penyakit (bakteri patogen), keduanya hidup dalam keseimbangan. Komposisi mikrobiota dalam feces bisa menjadi indikator kondisi kesehatan.
Usus manusia merupaka organ yang penting dalam penyediaan energi bagi tubuh, respon imun dan pemeliharaan kesehatan manusia secara umum. Dihuni oleh 400-500 spesies yang berbeda dari mikrobiota, baik berbahaya maupun commensal, membentuk human microbiome, atau mikrobioma manusi. Jumlah sel mikrobiota dalam tubuh manusia 10 kali dari jumlah seluruh sel dalam tubuh manusia. Mikrobiota berperan peran penting dalam kesehatan secara keseluruhan sel inang, melalui aktivitas metabolisme dan regulasi fisiologis seperti penyerapan zat gizi, sintesis senyawa bioaktif, peningkatan fungsi pertahanan saluran usus, motilitas, resistensi terhadap patogen atau modulasi dari sistem kekebalan tubuh. Pengendalian mikrobiota dalam saluran cerna dapat membantu pencegahan terhadap berbagai jenis penyakit baik menular maupun tidak melular, serta gangguan metabolisme.
Profil mikrobiota usus yang sehat berperan penting untuk optimalisasi kekebalan mukosa dan sistemik. Mikrobiota usus dapat dimodifikasi oleh perubahan asupan zat gizi dalam makanan, khususnya konsumsi probiotik dan prebiotik dapat mengembalikan atau mempertahankan ekosistem usus.
Pemberian probiotik dalam bentuk pangan fungsional pada anak balita secara signifikan meningkatkan berat badan balita dan respon imun humoral, yang merupakan bukti fungsi bakteri probiotik dapat menjaga keutuhan sel epitel usus terhadap kerusakannya akibat bakteri “jahat”, sehingga penyerapan zat gizi menjadi optimal. Disamping itu, 80 % sistem kekebalan tubuh berada dalam saluran cerna, sehingga saluran cerna yang sehat akan menyediakan system kekebalan tubuh yang baik.
DAFTAR BACAAN
Akuzawa R, Surono IS. 2002. Fermented milks of Asia. In: Encyclopaedia of dairy science.
London: Academic Press. p 1045–8.

Cani PD, Delzenne NM. The role of the gut microbiota in energy metabolism and metabolic disease. Curr Pharm 2009;15:1546-58.

Collado MC, Gueimonde M, Hernandez M, Sanz YM, Salminen S. Adhesion of selected Bifidobacterium strains to human intestinal mucus and its role in enteropathogen exclusion. J Food Prot 2005;68(12):2672-8.

Collado MC, Surono IS, Meriluoto J, Salminen S. Indigenous dadih lactic acid bacteria: cell-surface properties and Interactions with pathogens. J Food Sci 2007;72(3):M89-93.

Food and Health Agricultural Organization of the United Nations and World Health Organization. Guidelines for the evaluation of probiotics in food. Working group rep. Washington DC: Food and Health Agricultural Organization of the United Nations and World Health Organization; 2002.
Kelly D, Conway S, Aminov R. Commensal gut bacteria: mechanisms of immune modulation. Trends Immunol 2005;26:326-33.

Schiffrin EJ, Brassard D, Servin AL, Rochat F, Donnet-Hughes A. Immune modulation of blood leukocytes in humans by lactic acid bacteria: criteria for strain selection. Am J Clin Nutr 1997;66:515-20

Suau A, Bonnet R, Sutren M, Godon J-J, Gibson G, Collins MD, et al. Direct analysis of genes encoding 16S rRNA from complex communities reveals many novel molecular species within the human gut. Appl Environ Microbiol 1999;65:4799-807.

Surono, I.S., 2003. In vitro Probiotic properties of indigenous dadih lactic bacteria. Asian-Aust. J. of Anim. Sci. 16, (5), 726 – 731.

(Ir. Ingrid S Surono, MSc, PhD)